Rabu, 23 Mei 2012

The Pursuit of Happyness

The Pursuit of Happyness


Minggu kemarin saya sempat nonton film ini di salah satu stasiun TV swasta, saya sangat terkesan sekali dengan karakter tokoh yang diperankan oleh Will Smith, penuh dengan perjalanan hidup yang pahit dan akhirnya berhasil merengkuh kebahagiaan.

Berikut sinopsis The Pursuit of Happyness (versi saya)

Film ini terinspirasi oleh buku Chris Gardner yang menulis buku biography dirinya yang berjudul sama dengan film ini. Mengisahkan tentang perjalanan hidupnya yang tumbuh besar tanpa ayah dan hanya dibesarkan oleh sang ibu dengan (kalau tidak salah 2 saudaranya)
Saat akhirnya menikah dan punya anak, Chris menghabiskan seluruh tabungan keluarganya untuk berinvestasi di suatu alat kesehatan yang dibelinya dalam jumlah banyak untuk kemudian dijual hingga mendapat keuntungan dan uangnya kembali. Namun sayangnya, apa yang terjadi tidak semanis harapannya, ternyata banyak dokter yang beranggapan bahwa alat tersebut adalah suatu kemewahan yang tidak perlu, sangat susah mencari dokter yang berminat membeli alat itu, banyak dokter yang ia datangi menolak dan bahkan enggan meluangkan waktu untuk chris.
Keadaan ekonomi chris yang sehari-harinya berkeliling untuk menjual alat ini mulai semakin susah. Sang istri mulai tidak tahan dan pergi meninggalkan Chris, Chris membiarkan istrinya pergi namun ia tidak membiarkan sang anak ikut dengan ibunya, apa yang Chris alami semasa kecil yakni tumbuh besar tanpa sang ayah membuatnya bertekad bahwa hal itu takkan terjadi pada anaknya,
Kesulitan keuangan yang semakin parah, memaksa Chris dan sang anak terusir dari rumah yang mereka tempati, mereka pun mulai tidur dengan mengandalkan tempat yang diperuntukkan bagi para tuna wisma, bahkan ada saat dimana Chris dan sang anak tidur di dalam Toilet umum di atas tisu toilet karena telat mengantri di tempat tidur untuk tunawisma ini, dan saat ada petugas yang menggedor toilet tersebut Chris menahan pintunya dengan kakinya agar tetap tertutup, dan tangan yang satunya ia memeluk anaknya agar tidurnya lelap.
(nangis saya nonton bagian ini, jadi ingat sama almarhum ayah)
  Meskipun berstatus Tunawisma namun Chris tetap semangta merajut masa depannya di bidang saham (sebagai pialang saham) awal mula keterlibatannya dengan saham dimulai
Saat ia berjalan dengan begitu banyak beban pikiran serta dengan membawa alat kesehatan yang ia jual, ia melihat seorang pialang saham keluar dari sebuah mobil Ferrari, ia pun bertanya “Apa yang kau lakukan (hingga jadi kaya seperti ini)? Dan bagaimana kau melakukannya” si lelaki menjawab “aku pialang saham”
Pertemuan dengan lelaki ini sangat berkesan bagi Chris, hingga ia bertekad akan menjadi pialang saham yang sukses.
Chris kemudian mendaftar untuk magang di broker saham dan berhasil menjadi staff magang yang paling berprestasi di sana hingga kemudian diangkat menjadi staff di sana.
Saat sudah mapan, ia membuka broker saham Gardner Rich di Chicago di rumahnya sendiri.
Dan karena ketekunannya, broker ini tumbuh besar menjasi aset yang bernilai jutaan dolar



Film ini sangat menyentuh dan Will Smith menyabet banyak penghargaan untuk peranya yang memukau di film ini.
Namun ternyata ada banyak hal berbeda antara film dan kenyataan hidup Chris Gardner.
Berikut beberapa point yang saya dapat:

Di film, Christopher jr (anak Chris) diperankan oleh Jaden Smith yang ceritanya berusia 5 tahun namun pada saat hal ini terjadi Christopher berusia 2 tahun (wow…jadi lebih kecil dan pastinya lebih ribet mengurus anak 2 tahun sambil nyari kerjaan)

Pertemuan Chris dengan pialang saham dengan ferrarinya terjadi di tempat parkir, saat Chris keluar dari parkir dengan sukarela dan berkata pada pria itu “Parkirlah di tempatku, tapi beritahu aku, Apa yang kamu lakukan dan bagaimana kau melakukannya?”
Sementara di film digambarkan bahwa Chris bertemu di pinggir jalan.

Pria dengan Ferrari ini (Bob Bridges) pernah makan siang dengan Chris dan mendiskusikan kemungkinan Chris untuk menjadi pialang saham serta beragam kemungkinan dan kesusahan yang mungkin ia hadapi. Bob adalah salah satu pialang saham tersukses masa itu dengan penghasilan US$80 000 perbulan. Ia pun kerap mengenalkan Chris pada beberapa pengusaha saham dan mengatur beberapa pertemuan baginya.

Di Film Chris digambarkan sedikit sembrono (tertabrak mobil dan menghabiskan seluruh tabungannya untuk membeli satu alat kesehatan. Namun pada kenyataannya ia tidak tertabrak mobil dan menjual beberapa produk dari beberapa merek.

Chris juga memiliki seorang putri dengan Jackie (ibu Christopher jr)  

Chris mendapat bayaran saat bekerja sebagai tenaga magang sementara di film ia tidak mendapat uang sepeser pun .

All in all, saya suka sekali dengan film ini, recommend bgt deh ^_^

Will dan Chris

Will Smith dan jaden Smit sebagai Chris dan Christopher Jr
Chris dan Christopher jr (real)


Sumber Pustaka :
http://www.chasingthefrog.com/reelfaces/pursuitofhappyness.php

Kamis, 05 April 2012

Review QQ clodi Printed 2 Insert bamboo

beberapa waktu yang lalu saya mulai mencari-cari clodi yang harganya lebih murah namun dengan kualitas yang tak kalah bagus dengan clodi BB, setelah ngecek sana sini, akhirnya saya memutuskan untuk memakai QQ Bamboo double insert. Berikut saya share pengalaman saya dengan QQ.

Harganya rata-rata sekitar 140ribuan, yah, lumayanlah. untuk daya serapnya, tergolong bagus, karena saya pakaikan dari jam 9 malam baru bocor jam 4 pagi *sekitar 7 jam * keunggulanya yang lain clodi ini insertnya cepat kering. rencananya saya mau beli insert lagi nich.

kebetulan yang saya beliin yang Qq printed dgn motif jeans, lucu deh.
rencananya dalam waktu dekat ini saya akan beli clodi Ziggie Zag jumbo untuk anak 1 saya yang beratnya udah 19kg. *ndak muat BB*

kelemahannya dibanding BB:
Daya serapnya kalah *kalau saya pakein BB,bisa sampai jam 8 pagi*
cukup untuk anak dengan berat 3-15kg

kelebihannya:
Harga yang jauh lebih murah
insert yang cepat kering namun daya serapnya cukup handal.



Saya belinya di Butikpopok.com *mulai keranjingan belanja online*

Kamis, 22 Maret 2012

THR Nyepi

Sebagai seorang ibu yang Go Green, :) saya telah membeli clodi blueberry yang tergolong cukup mahal untuk ukuran dompet saya, 315ribu + ongkir ke Bali.
semua ini tak kan mungkin akan terjadi kalau tidak ada THR nyepi dari hotel tempat saya bekerja :)
namun kemahalannya setara dengan kualitasnya yang top banget.
jujur, ini adalah clodi pertama saya. saya perlunya hanya untuk malam hari, karena kedua jagoan cilik saya masih doyan ngompol kalau bobok (emaknya ndak sukses2 juga ngajarinnya)
berikut saya share reviewnya ya

Review Clodi Blueberry Deluxe insert Bamboo

setelah searching kesana kemari tentang clodi, akhirnya saya putuskan untuk membeli clodi blueberry yang deluxe, anak saya sudah agak besar mungkin tergolong cukup lambat namun, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
pertimbangan saya untuk membeli clodi:

Nilai plusnya:

  • Bagus bagi lingkungan karena bisa dicuci serta dipakai kembali untuk adiknya mungkin (di rumah saya tidak ada truk sampah,jadi kalau pakai dispospak (yang 1 X pakai) agak susah mau buang kemana)
  • untuk investasi jangka panjang bagus
  • motifnya lucu-lucu bgt (kadang jadi lapar mata) saya beli yang giraffe
  • daya serap bambunya bagus, kuat ampe pagi
  • masukin insertnya gampang
  • clodinya bisa disetel menjadi 3 size, S, M da L jadi bisa dipakai dari berat sekitar 3 hingga 18 kg)





namun segala sesuatu tidak ada yang sempurna, Clodi sekaliber blueberrypun ada nilai minusnya, yaitu:
  • insert bamboonya, lama banget keringnya, apalagi sekarang lagi musim hujan (awalnya saya maunya cuman beli 1, ada teman juga yang nyaranin beli 1 apalagi hanya untuk dipakai malam hari, ternyata sekarang dicuci lagi 2 ato 3 hari baru kering, mungkin karena elemen bambunya kuat nyerap air jadi agak lama juga ngilangin air dari elemen ini. untuk menyiasati ini rencananya saya mau beli insertnya aja lagi, kan bisa buat ganti-ganti :) namun masih proses. )
setelah dipakai semalaman oleh anak saya (9 bulan) tidak bocor, dan paginya saya cek, clodinya berasa agak lembab, namun tidak merembes ompolnya. intinya, anak nyaman pakai clodi BB.

mustinya sih dipakai setelah 3x prewash, namun karena udah pingin bgt nyobain (1x cuci aja keringnya 2 hari apalagi 3 kali cuci) akhirnya saya pakein di prewash yang ke 1, he he :) syukurnya everything ok.
namun setelah itu saya tobat dan pakein lagi setelah prewash yang ke 3 .
oya, saya belinya di www.bayijagoan.com dengan mbak Indri, ia ramah sekali, seneng belanja di sana. udah mulai nego untuk insert clodinya, namun masih nunggu pewisik dari suami dulu, he he

semoga review ini membantu, untuk yang tumben beli clodi, sebaiknya beli clodi BB aja, kualitasnya udah terjamin. meskipun harga mahal kualitasnya sebanding. saya prinsipnya beli barang lebih baik mahal tapi bagus, daripada murah namun jelek. Apalagi saya belinya untuk pemakaian malam hari, saat ini saya hanya punya BB deluxe aja, dan puas dengan performanya.



Rabu, 14 Maret 2012

Anak Perempuan di Budaya Bali

      Perempuan adalah makhluk yang sangat special, darinya lahir kehidupan, keseimbangan takkan ada tanpanya.perempuan menurut saya lemah namun kuat serta lembut namun keras. he he . bukannya narsis. Saya akui saya memang sangat bangga akan keberadaan perempuan dan pastinya saya bangga menjadi perempuan dan seorang Ibu dari 2 anak.
Amat banyak perjuangan yang musti dilalui wanita dalam hidupnya, mulai dari membangun diri serta karir, dan tentunya membangun keluarga serta masa tua.
Saya ingin berbagi sekelumit cerita tentang bagaimana rasanya menjadi wanita Bali, seperti yang saya rasakan. he he.
Ayah dan Ibu saya sama - sama dari Gianyar otomatis ini memberi saya status asli Bali, yang menurut saya seperti pisau, ada bagus dan ada juga buruknya. Anak laki-laki, seperti kakak saya, adalah penerus keluarga, kelak saat ia telah menikah ia akan tinggal dengan orang tua serta mengurusi orang tua. sedangkan anak perempuan, ibarat bunga, yang akan dipetik orang dan diajak ke rumah orang lain, tempat ia mendampingi suaminya, dan sampai akhir hidupnya ia akan tinggal di sana.

Semoga anak perempuan saya kelak menjadi wanita yang kuat dan tangguh, saya menamai dia Jessica, terinspirasi dari seorang teman yang bernama sama serta memiliki semangat yang kuat di perantauan

2 cute little Balinese girls

Sabtu, 04 Februari 2012

Resep Kue Matahari atau Kue Kembang Goyang

Seminggu lagi adalah hari raya kuningan, beberapa persiapan mulai dilakukan untuk menyambut hari besar umat hindu ini.
Saya kemarin membuat kue kembang goyang atau lebih dikenal dengan nama kue matahari di Bali (daerah Gianyar) untuk persiapan sembahyang, disini saya share resepnya

Adapun Bahannya :
1 bks tepung beras Rosebrand 500gr
Gula pasir secukupnya
Air secukupnya
Pewarna (kalau saya Pakai warna hijau dan Merah
Minyak Goreng

Alat:
Cetakan
Plastik Pembungkus

Caranya :
Tepung dan Gula yang telah dicampur diisi air sedikit demi sedikit sehingga jadi agak encer.
Kemudian minyak dipanaskan dengan cetakan kue direndam di minyak (agar cetakannya panas dan menyatu sempurna dengna adonan)
Setelah minyak dan cetakan panas (dikira2 aja ndan usah pake ngetes temperatur, apalagi pake jari)
cetakan dicelupkan ke adonan diangkat kemudian kembali dicemplungkan ke minyak goreng.
Sekitar 7 detik setelahnya kue dilepas dari cetakan untuk kemudian dibolak balik hingga matang
dan ditiriskan.
setelah agak dingin, sebaiknya dibungkus plastik agar kerenyahannya lebih tahan lama.
semoga postingan ini bermanfaat dan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi yang merayakannya.