Rabu, 14 Maret 2012

Anak Perempuan di Budaya Bali

      Perempuan adalah makhluk yang sangat special, darinya lahir kehidupan, keseimbangan takkan ada tanpanya.perempuan menurut saya lemah namun kuat serta lembut namun keras. he he . bukannya narsis. Saya akui saya memang sangat bangga akan keberadaan perempuan dan pastinya saya bangga menjadi perempuan dan seorang Ibu dari 2 anak.
Amat banyak perjuangan yang musti dilalui wanita dalam hidupnya, mulai dari membangun diri serta karir, dan tentunya membangun keluarga serta masa tua.
Saya ingin berbagi sekelumit cerita tentang bagaimana rasanya menjadi wanita Bali, seperti yang saya rasakan. he he.
Ayah dan Ibu saya sama - sama dari Gianyar otomatis ini memberi saya status asli Bali, yang menurut saya seperti pisau, ada bagus dan ada juga buruknya. Anak laki-laki, seperti kakak saya, adalah penerus keluarga, kelak saat ia telah menikah ia akan tinggal dengan orang tua serta mengurusi orang tua. sedangkan anak perempuan, ibarat bunga, yang akan dipetik orang dan diajak ke rumah orang lain, tempat ia mendampingi suaminya, dan sampai akhir hidupnya ia akan tinggal di sana.

Semoga anak perempuan saya kelak menjadi wanita yang kuat dan tangguh, saya menamai dia Jessica, terinspirasi dari seorang teman yang bernama sama serta memiliki semangat yang kuat di perantauan

2 cute little Balinese girls

3 komentar:

  1. Hohoho ..
    hidup wanita .. hehehe
    Kurang setuju sama pendapat yang bilang wanita itu racun dunia .. pada dasarnya, wanita itu ibarat bunga yang inda
    tssahh ..
    hehehe

    Amin ..
    salam kak buat adek Jessica .. :D

    BalasHapus
  2. Ezra salam balik dari dek jessi, katanya, moga2 dapat cowok yang lucu kayak om ezra, hi hi , :)

    Hmm, bunga yang indah ya?
    ternyata tingkat kegombalannya sudah overlimit, he he
    trims ya tuk komennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha ..
      Dek Jessi bisa aja dah ..
      hho
      jadi malu ..
      :P

      Hapus